27. Kantor Balai Riset Kelautan memiliki pagu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun berjalan yang dapat dibayarkan melalui mekanisme Uang Persediaan (UP) sebesar Rp4.800.000.000,00 untuk satu tahun anggaran. Sesuai aturan PMK No. 107/PMK.05/2024, besaran limit UP bulanan satker disesuaikan dengan kebutuhan kas 1 bulan, setinggi-tingginya 1/12 (satu per dua belas) dari pagu jenis belanja tersebut (maksimal dibatasi Rp500.000.000,00). Dana UP tersebut disalurkan dengan proporsi standar umum sebesar 60% untuk UP Tunai dan 40% untuk UP Kartu Kredit Pemerintah (KKP). Berapakah nominal limit dari UP Tunai dan limit UP KKP yang akan disetujui untuk dikelola Bendahara Pengeluaran satker tersebut?
29. Bendahara Pengeluaran Kantor Karantina Pertanian mengelola posisi kas dinas harian satker di bank sebagai berikut pada akhir bulan Agustus berjalan: Saldo kas awal Uang Persediaan (UP) Tunai di rekening Bendahara: Rp150.000.000,00; Saldo dana Tambahan Uang Persediaan (TUP) Tunai yang disetujui Kepala KPPN: Rp350.000.000,00. Dalam laporan pembukuan bulanan, tercatat realisasi bukti pengeluaran: Realisasi penggunaan kas untuk belanja ATK harian satker bersumber dari dana UP Tunai: Rp90.000.000,00; Realisasi belanja operasional darurat bersumber dari dana TUP Tunai: Rp290.000.000,00. Berapakah total nominal dana sisa kas (dalam rupiah) yang secara wajib hukum (mandatory) wajib disetor kembali ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN) paling lambat 2 hari kerja setelah masa pertanggungjawaban berakhir?
40. Di sebuah kementerian teknis, Bendahara mencatatkan penerimaan kas dari berbagai transaksi: 1) Uang sewa pihak ketiga atas pemanfaatan tanah kosong milik satker untuk penempatan menara BTS provider swasta. 2) Bagian dividen atas kepemilikan modal negara pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi. 3) Setoran denda keterlambatan penyerahan armada bus dinas baru dari pihak pabrikan swasta rekanan satker. Berdasarkan penggolongan objek PNBP dalam Pasal 4 UU No. 9 Tahun 2018, ketiga transaksi tersebut berturut-turut diklasifikasikan ke dalam klaster...
60. Dalam draf realisasi penerimaan pajak di Provinsi Jawa Barat tahun fiskal berjalan, dicatatkan realisasi penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi Dalam Negeri (PPh Pasal 21, Pasal 25, dan Pasal 29) secara akumulatif sebesar Rp1.000.000.000.000,00 (Rp1 triliun) yang dikumpulkan murni dari wajib pajak yang berdomisili di wilayah Kabupaten Y. Berdasarkan ketentuan formulasi pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak yang diatur dalam Pasal 112 UU HKPD, berapakah nominal DBH PPh yang berhak diterima secara khusus oleh Kabupaten Y selaku Kabupaten Penghasil?
75. Sebuah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM membeli satu unit mobil bus operasional dinas (aset tetap) pada awal Tahun Anggaran 2023 dengan harga perolehan historis sebesar Rp800.000.000,00. Berdasarkan kebijakan akuntansi perbendaharaan negara, aset kendaraan bus operasional dinas tersebut ditetapkan memiliki Masa Manfaat ekonomis selama 8 tahun tanpa nilai residu. Jika kementerian menerapkan Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight-Line Method), berapakah akumulasi nilai penyusutan dan Nilai Buku Netto (Net Book Value) dari bus operasional tersebut pada akhir Tahun Anggaran 2025 (setelah berjalan selama 3 tahun penuh)?
87. Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) didesain secara komprehensif untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi. Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2008, sebutkan lima unsur SPIP yang wajib diterapkan secara terintegrasi di lingkungan instansi pemerintah!
90. Seorang PNS fungsional pranata komputer pada Kementerian Pertanian melakukan kelalaian yang merusak sistem jaringan server satker sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp300.000.000,00. Karena nilai kerugian tersebut tercatat mencapai atau melampaui Rp250.000.000,00, PNS tersebut diwajibkan menyetujui draf SKTJM 24 bulan dengan ketentuan pemotongan yang memenuhi porsi minimal aman perundangan dari kementerian keuangan. Jika diketahui total penghasilan bulanan (gaji dan tunjangan bersih) PNS tersebut adalah Rp30.000.000,00, berapakah nominal angsuran bulanan yang wajib dipotong, dan berapakah persentase (%) pemotongan terhadap penghasilan bersih bulanan PNS tersebut?